coder, designer, dreamer

May 17, 2008

Radit love Jani

Filed under: life, review, film

Setelah agak lama crawling ke pelosok-pelosok shared directory jaringan kantor, tanpa sengaja gw menemukan film lokal berjudul “Radit love Jani”.

Belum lama ini gw pernah baca judul yang sama dalam format novel di Gramedia. Tapi, kurang tertarik aja untuk membaca sebuah novel klo belum baca review-nya. Di tulisan inilah gw nulis review untuk film ‘Radit love Jani’, supaya orang lain yang baca review ini tertarik buat nonton film ini.

Sebelum gw ngemeng panjang lebar, gw memutuskan memulai review ini dengan penilaian subyektif: M-A-N-T-A-B. Film ini harus + amat-sangat + kudu + must-see-movie!.

Film ini bercerita tentang hidup pasangan suami-istri berandal. Radit adalah nama si cowo, dan Anjani (Jani) adalah si cewe. Radit ini pecandu, impulsive, possesive, negative-thinker, dsbl (dan sifat buruk lainnya). Satu-satunya hal baik yang dimiliki Radit adalah dia cinta banget sama Jani. Berbeda dengan Radit, sang Jani tidak pemakai. Meski gayanya urakan, dia tidak murahan. Jani juga setia banget sama Radit. Jelas bahwa Jani ini juga cinta banget sama Radit.

Film ini menceritakan tai-tai-nya hidup suami-istri ABG berandal. Bagaimana mereka ‘menikmati’ hidup mereka. Cara mereka bertahan hidup, serta cara mereka menghadapi masalah mereka; yang mana ternyata ga bisa.

Klimaksnya adalah sebuah kondisi yang teramat memilukan. Niat tulus dan perjuangan seseorang yang akhirnya harus kandas karena segala konsekuensi perbuatannya.

Komentar

  1. Dari sisi cerita, di film ini gw lihat betapa hidup ini penuh pilihan, dan sejauh mana kita bisa hidup dengan pilihan kita PLUS segala konsekuensinya. Sejauh mana pilihan hidup itu bisa kita pertahankan di zaman yang begitu keras ini. Cerita cinta nya juga mantab. Walaupun agak lebai, tapi tetep mantab.
  2. Film ini berbau `Realita Cinta dan Rock’n'Roll`. Kenakalan anak muda brandalan masih bisa diliat di film ini, lebih parah. Tapi ga bakal ngerasa deja vu kok, karena ini emang bukan sekuel `Realita Cinta dan Rock’n'Roll`.
  3. Akting Radit (Vino G Bastian) dan Jani (Fahrani) mantab abis. All out.

Kesimpulan
Menurut gw sih film ini paling cocok ditonton sama ABG. Karena ABG jaman sekarang dihadapkan dengan 3 pilihan: nikmat lalu padam, susah lalu bersinar, atau yang (menurut gw) paling parah: hidup datar. Semoga dengan nonton film ini, ‘mata’ mereka terbuka.

Penutup
Film ini mengajarkan dan juga mengingatkan tentang banyak hal. Apalagi ke gw secara pribadi. Film ini membuat gw ‘ngaca’. Dan bersyukur ternyata gw pernah membuat pilihan yang tepat. Pilihan yang ngga pernah gw sesali seumur hidup.

Ada istilah ‘tau dulu baru ngomong, bukan ngomong dulu baru tau‘ dari pak Syafriadi. Gw setuju itu. Thank him for this good advice.

Yang gag gw setuju adalah: apa emang lu harus tau (mengalami) hal yang SALAH biar bener-bener tau (experienced) SALAH?.

Itulah pelajaran paling bermakna, yang –harapan gw– bisa diambil dari film bagus ini.

~

Ohiyah, sekedar mengingatkan. Isi review ini bener-bener subyektif. Gw juga ga kasi minus film ini, karena gw bukan review-er professional. Kalo menurut situ pendapat gw salah, ya bebas. Silahkan komen. Gw menghargai itu.

Makasih udah baca apalagi komen.
Have a nice day.
Happy weekend.

Reference:

Update:
Well, maaf kalau ternyata film ini sudah basi, toh ngga ada hukum tertulis (maupun tersirat) yang melarang untuk me-review sesuatu yang sudah basi. Hehe.

10 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://static.blogsome.com/2008/05/17/radit-love-jani/trackback/

  1. susah lalu bersinar… nahh itu pasti gw hahaha…. so this movie is that kinda genre.. ok then.. you’re a good writer bro!

    Comment by marina — May 17, 2008 @ 11:20 am

  2. ini film kapan yah?? :roll: perasaan udah lama deh.. :roll:

    *padahal gw juga blom nonton

    Comment by ridu — May 17, 2008 @ 12:23 pm

  3. aku dah nonton film ini leo..
    ia keren banget..
    tapi endingnya itu. tega kali si radit

    Comment by Fai — May 17, 2008 @ 3:48 pm

  4. film apaan yak ??

    Comment by medan — May 17, 2008 @ 7:50 pm

  5. wah..saya bukan pecinta movie dalam negeri…sori yeee..:)

    Comment by Andre — May 18, 2008 @ 3:53 am

  6. @Fai
    Betul sekali bro. Aku sengaja ga membahas semua, biar di tonton dulu. Biar ga `deja vu` pas nontonnya.

    @Medan
    Radit love Jani (atau Radit dan Jani)

    @Andre
    Hohoho. Bebas bro. Tapi ada baiknya cek dulu film yang satu ini. Beda.

    Comment by static — May 18, 2008 @ 11:24 am

  7. wow..kayaknya good film nih..
    maklum…dah lama gak nonton film..

    Comment by aRieF DeLsoN™ — May 18, 2008 @ 5:48 pm

  8. Film ini menceritakan tai-tai-nya hidup suami-istri ABG berandal

    Comment by Zee — May 20, 2008 @ 4:56 pm

  9. lw beli dipidi nya? gw pinjem atuh… kostan lw dimana om?

    Comment by Teguh Aditya — May 22, 2008 @ 8:02 am

  10. Aku setju… Gwe ntn b5 sama adek2 gwe dan efek ’sakit’nya masih kerasa ampe berhari2 kemudian… Ampe adek gwe ga mau nonton film itu lagi.. hihi.. Bhasil ngajak kita ikut ngrasain apa yang mereka rasain… Mata gwe bengkak abis nonton ini… Tinggal nyokap yang bengong kenapa anak2 gwe pada abis nangis smua ya??? ;p

    Comment by ndot — June 2, 2008 @ 10:49 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com