N-way-conversation
I know you believe you understood what I think I said, but I am not sure you realize that what you heard is not what I meant.
Gw merasa sulit menterjemahkan quote ini ke Bahasa Indonesia. Kok sepertinya jadi ganjil dan ‘pesan’ dari quote itu gag dapet. Jadi, biarlah quote ini gw analogikan sebagai two-way-conversation. Ingat, two-way-conversation bukan two-way-communication.
Two-way-conversation itu seperti “Satu hal yang sedang kita bicarakan” dan “Hal lain yang MENURUT-KAMU sedang kita bicarakan”.
Di Two-way-conversation, rekan berdiskusi kita membuat interpretasi (menterjemahkan) sendiri tentang apa yang sedang kita obrolkan. Dia ga dapat apa yang sedang kita ‘maksud’-kan, karena dia ’sibuk menterjemahkan’ dari sisinya dia. Hasil akhir dari diskusi begini (menurut gw) cuma satu: ngga-nyambung.
Uniknya, gw menemukan sesuatu yang gw bisa sebut Three-way-conversation.
Three-way-conversation itu seperti “Satu hal yang sedang DIA bicarakan” lalu “Hal lain YANG-MENURUT-GW sedang kami bicarakan” plus “Satu hal lain yang saat diskusi itu berlangsung ADA-DI-PIKIRAN-DIA”.
Contohnya begini:
Setting: Leo berdiskusi dengan Pak Dermawan.
Pak Dermawan sedang menjelaskan sebuah solusi untuk masalah A.
Leo mendengar sambil memikirkan logic. Tentu saja berdasarkan penjelasan yang diucapkan Pak Dermawan.
Disaat yang bersamaan –di dalam pikiran Pak Dermawan– dia mendapati bahwa solusi masalah A yang dia jelaskan ternyata SALAH. Belum selesai dia menjelaskan solusi tersebut, dia langsung bilang “wah…SALAH nih…’. Tanpa menjelaskan letak ‘SALAH’-nya dimana.
Leo otomatis bengong.
Selagi berdiskusi, rekan gw diskusi menjelaskan sambil berpikir (dilakukan secara simultan). Hal yang SEDANG-DIOMONGIN aja belum tentu gw bisa ‘dapet’, masa di-sela (di-cut) dengan hal yang SEDANG-DIA-PIKIRIN.
Three-way-conversation ini paling bisa membuat sulit bengong rekan diskusi. Gw tau karena gw udah ngalamin. Dan gw asli bengong.
.
Semoga yang baca tulisan ini ngga ikut-ikutan bengong karena tulisan aneh ini. Haha.
Thanks for reading.
Trivia:
Quote paling atas gw baca di halaman kedua slide mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak (RPL / Software Engineering) pas di kuliahan dulu.
Kalau penasaran dan mau ngalamin two-way-conversation, ya ikut mata kuliah itu aja. Hahahahahaha.
Topik ‘two-way-conversation’ terinspirasi dari sebuah scene di film ‘P.S I Love You’ (film yang lebay abis).

waahh,, akhirnya luw posting jg,, seminggu dari setelah luw bilang k gw mo posting ini heheeh :p
y le,, gw g ngerti maksudnya apa ya?? emang d RPL ada ttg ‘two-way-conversation’? coba gw cek ah heheheheeh :p
Comment by kielutcu — June 13, 2008 @ 1:47 pm
wah, kuliah IT yah?? ada RPL segala..
Comment by ridu — June 14, 2008 @ 6:24 am
Dun get it lah……
Comment by zee — June 14, 2008 @ 12:41 pm
should i google them? ngeri kali bah tulisanmu ini.. macam kuliah kelas filsafat tapi dosennya orang IT…. nah tambah bingung gak????
Comment by marina — June 14, 2008 @ 7:42 pm
honestly, gw ga ngarti pak. huhu.
Comment by Teguh Aditya — June 16, 2008 @ 7:36 am
hahahaha.
baca pelan-pelan aja, dan diulangi. ntar juga pada ngerasa de javu.
karena topik ini sering banget kita alami.
dan topik ini….menarik!
enjoy.
Comment by static — June 21, 2008 @ 12:42 pm
Kalau ada kasus seperti ini:
Dosen A: B! (panggilan akrab Dosen B), lagi nyupir gak?
Dosen B: Nggak, adanya jarum (merk rokok)
Masuk kasus mana tuh?
Comment by sybond — July 3, 2008 @ 11:04 am