coder, designer, dreamer

June 16, 2008

10 PENYAKIT MENTAL MANUSIA

Filed under: life

1. MENYALAHKAN ORANG LAIN

Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu “siapa”. Bukan “apa” penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu “apa” sebabnya, bukan “siapa”. Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.

Kekanak-kanakan. Kenapa ?
Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh,” Adik tuh yang salah”, atau ” mbak tuh yang salah”. Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa, kita akan selalu mencari sebab terjadinya sesuatu.

2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI

Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan MENGAKUI KESALAHAN. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. “Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh”. Penyakit ini seperti kanker. Tambah besar. Besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai “improper guilty feeling” (perasaan bersalah yang tidak tepat).

Walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, kita berani bilang “Saya kok yang memang salah, tidak mampu, dsb”. Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, merasa kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA

Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis.
Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat. Kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: “Nah tuh ada kelinci, kejar aja”. Dia kejar itu kelinci, wesss…., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain.
“Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. katanya lu paling kencang”.
“Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua sih goalnya untuk fun aja”. Kalau “GOAL” kita hanya untuk “FUN”, isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

4. MEMPUNYAI “GOAL”, TAPI NGAWUR MENCAPAINYA

Biasanya dialami oleh orang yang tidak “teachable”. Goalnya salah, fokus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah.
Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.

5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT

Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh ? Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.

6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI

Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take-off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya lurus, anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep. Iya kan ?

7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL

Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. TERLALU CEPAT MENYERAH

Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. BAYANG BAYANG MASA LALU

Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ?
Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3.
Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. “Waktu” itu maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan ? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Bayang-bayang masa lalu itu merupakan memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU

Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan sukses kecil tersebut.
Napoleon pernah menyatakan: “Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar”.
Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.

Sudah saatnya kita memperbaiki kehidupan kita. Kesempatan terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin maju.
Motivation of the day :
Action may not always bring success, but there is no success without action.
“Usaha dan tindakan tidak selalu menghasilkan keberhasilan/ sukses, tetapi…tidak ada keberhasilan dan sukses TANPA usaha dan tindakan.” (Greg Phillips - Benjamin Disraeli)

catatan oleh Leo:
Setelah baca ini, gw jadi malu sama diri sendiri. Gw ‘penyakitan’ ternyata.

Ohiyah, artikel ini gw dapet dari temen kantor, dan gw bener-bener ga tau sumber aslinya. Klo ada yang tau, tolong tuliskan di komentar.
Thanks.

16 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://static.blogsome.com/2008/06/16/10-penyakit-mental-manusia/trackback/

  1. wah, banyak…

    :D

    Comment by Teguh Aditya — June 16, 2008 @ 11:58 am

  2. Hoho. Gw baru tau itu guh.

    Thx atas info nya.

    Comment by static — June 16, 2008 @ 12:24 pm

  3. Wah..yang nomor 1 itu persis dengan apa yang saya alami beberapa hari yang lalu…coba deh disimak di blog saya..:p

    Comment by Andre — June 17, 2008 @ 12:17 am

  4. Wah..yang nomor 1 itu persis dengan apa yang saya alami beberapa hari yang lalu…coba deh disimak di blog saya..:p

    Comment by Andre — June 17, 2008 @ 12:20 am

  5. ah basi ah. hidup ya hidup hehehe

    Comment by balibul — June 18, 2008 @ 3:55 pm

  6. liat ini bro… amaze me…

    http://gizmodo.com/5017926/take-a-peek-under-the-hood-as-firefox-renders-websites-visually

    Comment by Teguh Aditya — June 20, 2008 @ 2:32 pm

  7. @tguh
    dibuat pake apa yah. keren banget gituh. reflow nya di visualisasi.

    niat.

    Comment by static — June 21, 2008 @ 1:42 pm

  8. barangkali saya salah satunya ya?

    Comment by realylife — June 21, 2008 @ 10:21 pm

  9. untung g’ ada ma sayahhh

    Comment by zoel — June 21, 2008 @ 11:58 pm

  10. @realylife
    ya, cuma situ yang tau lah, hohoh.

    @zoel
    WOW. salut!

    Comment by static — June 23, 2008 @ 8:48 am

  11. sory om.. klo ngopy secara brutal tapi, soalnya artikelnya keren oii.
    tapi headernya di ganti koq
    jadi sekarang lu uda tau kan jadi ga perlu di tanya lagi siapa kan?

    Comment by @ndy — June 23, 2008 @ 11:03 am

  12. “NoBodiesPerfect” ituh yang harus lo inget. orang akan dikatakan mendekati “sempurna” apabila dia tau penyakitnya apa dan di tau cara menyikapinya dan tau harus berbuat apa. hehehehe (ngeliat tulisan loh, gw penyakitan banget)

    Comment by syukron — June 23, 2008 @ 11:37 am

  13. Oh… saya ga tau masuk kategori mana. Tapi eamng saya orangnya terlalu mengalir. Masuk mana ya bro?

    Comment by Adieska — June 23, 2008 @ 10:57 pm

  14. Wow hampir semua pernah gw alami, so great

    Comment by soleh — June 25, 2008 @ 9:22 am

  15. hmmm..lagi sibuk kerja ya? kok gak diupdate2 nih…:)

    Comment by Andre — June 30, 2008 @ 2:54 pm

  16. iya.. iya.. betul juga :)

    Comment by poetra — June 30, 2008 @ 2:57 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com