coder, designer, dreamer

November 24, 2008

2008 Blogger Heaven

Filed under: life

Berasumsi bahwa sudah ribuan cerita tentang pb2008 lalu, disini gw cuma mau menambahkan sedikit cerita gw.

Sabtu itu gw tiba di Gedung II BPPT sekitar jam 8-an. Seperti biasanya, modal nekat, karena gw tidak (mau) tahu Jakarta.

Sudah banyak blogger diluar gedung ketika gw tiba. Begitu banyak mata mengarah ke gw, maklum lah yah, autisboy gitu loh.

Kalau ga salah, pintu masuk dibuka bertepatan saat langkah kaki gw ke anak tangga terakhir di depan pintu. Tampaknya panitia memang sengaja menunggu kedatangan gw. *cough*

Singkat cerita setelah konfirmasi di meja yang mengurus ticketing dan dapet goodie bag yang isinya kebanyakan iklan –dan belakangan gw tersadar bahwa goodie bag gw TERTUKAR!!!–, akhirnya gw sampai juga di tkp (lantai 3).

Pesta Blogger 2008: Main Stage

Gw pilih tempat duduk yang berada di barisan paling belakang. Take a shot or two. Sampai akhirnya gw kesel dan bosen karena acaranya tidak kunjung dimulai.

Orang pertama yang gw sapa karena emang kenal adalah a’ Iqbal. Berhubung doi jadi panitia pb2008, jadi ya gw maklumi aja kalau sibuk berat dan ga bisa meladeni gw lama-lama.

Waktu menunjukkan jam 10an ketika panitia mulai menghimbau agar blogger yang berada di luar auditorium untuk masuk karena acara akan dimulai. Blogger juga manusia, hobi ngaret.

Sejujurnya, gw tertarik banget dengan issue-issue yang diangkat ketika dialog. Hanya aja tampaknya blogger-blogger senior dan komunitasnya terlalu ‘ramai’ dan berkesan ’sibuk sendiri’. Apa karena merasa itu ‘hajatan’ mereka atau gmananya, gw ga ngerti. Menurut gw sih harusnya ya mereka tetap kasi contoh yang baik. Oke, gw tau mereka udah kasi banyak banget contoh baik, tapi tidak di pb2008 kemarin. Perasaan gw aja kali yah. Lagian siapa gw gitu loh. *cough*

Trus, di pb2008 kemarin gw ketemu (dalam urutan waktu ketemu):
1. Bena dari Rumahblogger.com, dan beberapa teman-temannya
2. Ridu (atas titah si mba Bagsholic)
3. Danang, Hanggadamai, Iman, mba Blogor.com
4. Gage Batubara
5. Natali Ardianto dan seorang rekannya.

Thats it. Haha. Ga ada detail nya. Ga ada foto nya. Hahahaha. Gw rasa udah terlalu banyak menulis hal yang sama. So, tulisan ini cuma catatan pribadi aja.

Cheers

ps:
baca juga cerita gw di salah satu forum pb2008 dengan tema “Blog dan Turisme: sebuah paduan masa depan“.

Blog dan Turisme: sebuah paduan masa depan

Filed under: life

Ok. Its time to get into some serious topic.

Fyi, di pb2008 kemarin terdapat forum-forum kecil berisikan topik yang menarik. Satu forum yang gw ikuti disponsori oleh Kementrian Budaya dan Pariwisata Indonesia dengan tema “Blog dan Turisme: sebuah paduan masa depan”.

Forum yang di moderatori oleh perwakilan Kementrian Budaya dan Pariwisata Indonesia ini terdapat 3 blogger asing yang menjadi special guest di pb2008, plus ada Trinity dari Naked Traveller, dan seorang perempuan yang gw lupa namanya.

Di forum ini gw dapet istilah Tourism 2.0 dari sang moderator. Pada pembukaannya sang moderator menjelaskan bahwa model publikasi/promosi tempat wisata tidak lagi top-down seperti dulu.

Top-down: Pemerintah (government) sebagai pihak teratas yang bertanggungjawab untuk melakukan publikasi/promosi tempat wisata. Model top-down inilah yang gw asumsikan dengan Tourism 1.0.

Lalu apa itu Tourism 2.0 ?

Tourism 2.0 adalah sebuah model publikasi/promosi tempat kunjungan wisata dimana yang melakukan publikasi/promosi tersebut bukan lagi hanya pemerintah, tetapi ada entitas-entitas (baik individu maupun kelompok) lain yang melakukan hal itu horizontally (sejajar).

Sempat terbersit bahwa Tourism 2.0 ini adalah hybrid dari New Wave Marketing, silahkan baca Navinot edisi awal bulan ini.

Arah diskusi juga sempat lari kesana-kemari setelah beberapa audience menyinggung bobroknya divisi pariwisata dari pemerintahan. Untungnya Trinity jeli serta meluruskan bahwa diskusi ini bertujuan mencari korelasi antara Blog dan Turisme itu sendiri, bukan membahas isu bobroknya pemerintahan.

Beberapa kali special guest memberi tips dan trik yang menarik dalam membuat travel blog (ini sebutan untuk blog dengan konten yang membahas perjalanan wisata, cth: Naked Traveller).

Moderator juga memperkenalkan www.indonesia.travel, produk lain dari Kementrian Budaya dan Pariwisata Indonesia. Plus, katanya bakal ada sayembara dengan model penulisan tentang isu tempat wisata. Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Kalau tidak salah dengar sih, produk yang satu ini belum grand launch. yang ada di www.indonesia.travel pada saat tulisan ini dibuat masih versi yang lama.

Selama diskusi berjalan, gw menyusun beberapa poin yang akan gw bangun menjadi pertanyaan utuh dan beberapa saran. Tapi sayang, karena gw dapat kesempatan di penghujung acara, jadi gw merasa kurang puas karena tidak mendapat respon –baik dari moderator, audience maupun special guest.

Pertanyaan gw saat itu (yang dengan amat sengaja gw buat dalam Bahasa Indonesia –karena sadar kemampuan):

“Apa strategi dari www.indonesia.travel di tahun 2009?”

Gw pengen tahu apakah blogger Indonesia mendapat porsi dalam strategi itu.

Berdasarkan ide kontes yang akan dilakukan www.indonesia.travel, gw lanjutkan ke saran gw:

“Untuk bisa menarik wisatawan asing, www.indonesia.travel membutuhkan tulisan yang persuasive, saya sarankan buat kontes yang bukan sekali jalan, tapi konsisten, misalnya tiap 3 bulan sekali, untuk mendapatkan tulisan-tulisan terbaik dari rekan blogger Indoensia. Lebih jauh lagi, www.indonesia.travel bisa mendapatkan penulis-penulis berbakat dari ajang tersebut. Pihak www.indonesia.travel sendiri bisa membuat semacam guideline untuk membuat tulisan tersebut, agar berbobot dan professional.”

Pada saat gw mengeluarkan pertanyaan ini, ada seorang ibu-ibu dari pihak Kementrian Budaya dan Pariwisata Indonesia yang tertawa –seolah-olah impossible melakukan kontes rutin sebagai agenda kolaborasi pemerintah dengan blogger dalam membangun lini promosi lokasi kunjungan wisata–. Tanya kenapa.

Lalu kalimat terakhir yang gw sodorkan, karena mereka juga membahas isu fotografer ketika diskusi:

Sama halnya dengan penulis, saya rasa www.indonesia.travel bisa mencari fotografer terbaik dengan mengadakan kontes. Jadi tidak perlu outsource.”

Satu hal yang tidak tersebut oleh gw adalah: apakah mereka pernah main ke fotografer.net?.

Bahkan pihak www.indonesia.travel bisa jauh lebih kreatif lagi dengan mengadakan kontes fotografi/penulisan khusus untuk turis yang datang ke lokasi wisata di Indonesia. Bukankan itu jauh lebih efektif lagi? Karena yang menulis review / memfoto nya adalah turis asing itu sendiri.

Well, mungkin terlalu jauh. Tapi dengan lebih kreatif, pihak pemerintah bisa melirik para blogger lokal untuk bisa maju bersama di masa yang akan datang (baca: 2009).

~

Sebagai penutup, gw yakin banyak (minimal: ada) orang-orang di pemerintahan kita yang memang punya itikad baik untuk maju bersama. Dan kalaupun mereka (tanpa-sengaja) membaca tulisan gw ini, yakinlah bahwa banyak (minimal: ada) blogger Indonesia yang sukarela membantu tanpa imbalan (seperti yang diucapkan salah satu audience dari Yogyakarta).
Banyak cara kalau memang benar-benar beritikad untuk maju; salah satunya adalah pendekatan ke komunitas blogger online, salah duanya: kontes yang khusus blogger, salah tiganya: kontes khusus wisatawan asing, salah banyaknya: tanya orang Bali, tanya bagaimana caranya mereka bisa begitu harmonis membina hubungan dengan wisatawan asing, lalu gunakan cara mereka ke daerah wisata lain di Indonesia.

Semoga berguna.

November 20, 2008

Vindicate

Filed under: life

Its just it. I’m right, and you’re/they’re wrong!. I’m shouting out loud on my head.

There are sometime a circumstances that makes us people act vindicate.
Vindicate is a suggestion that make us feels right (clear of blame) without proofing any fact supporting our own argument.

We’re being vindicable caused of our opponent occasionally did the wrong things.
And, once they doing the right thing yet we turn to be wrong, that’s it, we’ll acted obviously vindicate.

And lately, I turned out to be vindicated.

Sorry guys.

November 10, 2008

Yet another Bandit’s

Filed under: artwork

AutisBoy proudly presents: Bandit

Sebenernya pengen sekalian aja nge-post draft lagu barunya Bandit’s. Tapi takut sang penciptanya (Uwa’ Inisial-Z) sewot, jadi saya urungkanlah niat berbaginya.

Ya kalau lu super iseng, lirik-lirik aja wallpaper Bandit’s berikut:
1. Bandit 1024x768
2. Bandit 1152x864

Enjoy…

November 9, 2008

Kiva.org

Filed under: life

Setelah seharian blogwalking, akhirnya gw sampai disebuah post yang teramat menyentuh, yang ditulis oleh mas Slamet Widodo.

Yang pasti, “perpanjang-tanganan” di tulisan tersebut berhasil membuat saya menambahkan 2 buah banner di blog ini. PLUS: keyakinan bahwa ternyata masih banyak orang yang peduli di luar sana.

Mungkin untuk saat ini gw belum bisa memberi ‘loan’. But someday I will.


Kiva - loans that change lives

PS: ternyata di Indonesia juga ada organisasi sejenis lho.

Updated:
Ohiyah, blog gw yang ini bukan dibuat untuk cari duit.
Dan post yang ini 100% untuk menyebarkan kabar-baik dari Kiva.org. Kali aja ada yang cari-cari di Google, lalu terdampar di blog ini. Amin. Untuk saat ini cuma ini cara gw untuk bisa ‘membantu’. So please dont get me wrong, ok. :)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com