KickFest2008

KickFest: The Biggest Local Clothing Expo.
Official website: KickFest2008.

KickFest: The Biggest Local Clothing Expo.
Official website: KickFest2008.
-small.jpg)
Tagline was taken and modified from one of those IT services company that based on Jakarta. I have no bad intention or any other purposes, it 100% for fun.
The image itself was a request from a friend of mine. He asked me to make a company logo, which is I cant. Hoho.
So, I end up make this image as cute as I could.
I hope you enjoy it as much as I do.
(klik gambar untuk melihat gambar pada ukuran yang lebih besar)
Dibuat oleh mba Santi a.k.a dia-yang-tidak-pernah-pulang-kurangdari-jam-9-malam.
Haha
.
Kepada bandit-bandit,
Berhubung permainan kita makin hari makin baik dan akan tinggal landas (jaman Harto bgt) menuju tahap Recording maka masing2 personil perlu mempersiapkan diri menuju ke sana. Adapun persiapannya adalah sbb:
1. Masing-masing personil menyiapkan satu lagu paporitnya (sunda bgt) atau lagu yang menonjolkan skil (bukan sate kikil) indipidu (sunda lagi) spt lagu LoveGame level42 cocok untuk personil Bassis (temennya Emitor & Kolektor sekeluarga dgn Transistor)
2. Melatih akurasi tempo dan permainan khususnya Drummer (tukang Minyak tanah) sebagai leader metronom
3. Melatih Sinkronisasi (bukan sinkron rebus) permainan individu terhadap masing2 personil khususnya mengacu ke Master of Tempo (drummer)
4. Melatih pendengaran menguasai alat masing2 dengan mengatur komposisi volume suara masing2 alat musik & mengetahui kapan harus keras & lembut. Melatih komposisi nada kapan kita harus bermain & kapan harus berhenti sejenak (jangan digenjreng/rendem terus) khusunya untuk pemain Rythm, Melodi & kibod
5. Setelah pemilihan lagu disepakati latihan difokuskan ke lagu yg akan kita Recording sampai zero error. (biasanya kalo naik panggung drop sampai 30%, wajah pucat,kurang senyum, mati gaya, pitch Control mendredek(boso jowo))
6. Baru deh rekaman….. terus bikin sampul album
7. Bila hasilnya baik maka akan kita jual di KopKar ******* (laku gak ya?)
untuk bandit2 ada inputan lain gak ?
Selamat berlatih semoga sukses jadi Musisi Pro
nb: suara gw bukan mirip Jhon Lennon tapi Otong Lenong xixixixi…
FYI,
bandit : Band IT (Information Tech. Band)
******* : Tempat gw kerja, censored
Bassis, Emitor, dan Kolektor : 3 kaki Transistor
…well yeah, I realise that your GPA is lower than me…
And in a microsecond I’ve almost release my uppercut. Right on this cum-lauded-son-of-a-b*tch chin.
I’ve been doing good to this scumbag.
I’ve always remind him to think before saying thing, because I’ve learned my lesson.
Well, at least I do have a very perfect sample of highly IQ person with lowest EQ here.
Jumat (Juli, 4th 2008) lalu, gw maen ke rumah temen kantor gw.
Genjreng-genjreng.
Eh…tiba tiba jadi deh lagu ini. Re-arrangement lagu ‘Ayah’ versi Metal (mejeng tak laku).
Kalo didengar secara seksama sih, kayaknya suara gw cuma jadi ‘noise’ doank. Hahaha. Cuek ah. Ini juga baru dua kali vocal take (ga mo ngaku klo suaranya jelek, wkwkwkwkw)
Waktu itu juga udah larut malam, sementara sabtunya gw dan temen-temen kantor punya rencana yang lebih gede lagi. Jalan-jalan ke Jungle (wait for my next post).
Enjoy the metal version of ‘Ayah’.
Oiyah, semoga ‘Ayah’ yang berikutnya ada growl-growl, jadi lebih metal beneran. Wkwkwkw. Big thanks to brother Z.
Apa sih yang terjadi dalam hidup gw minggu lalu?
Huff…langsung gw tulis dah resume nya. Tepat sesaat setelah komen mas Andre di sini.
Tadinya setiap satu point yang ada di atas mau gw buat satu post. Tapi apa daya. Lagi (pura-pura) sibuk banget.
So, bagaimana minggu-lalu mu?
1. MENYALAHKAN ORANG LAIN
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu “siapa”. Bukan “apa” penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu “apa” sebabnya, bukan “siapa”. Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.
Kekanak-kanakan. Kenapa ?
Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh,” Adik tuh yang salah”, atau ” mbak tuh yang salah”. Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa, kita akan selalu mencari sebab terjadinya sesuatu.
2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan MENGAKUI KESALAHAN. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. “Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh”. Penyakit ini seperti kanker. Tambah besar. Besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai “improper guilty feeling” (perasaan bersalah yang tidak tepat).
Walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, kita berani bilang “Saya kok yang memang salah, tidak mampu, dsb”. Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, merasa kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.
3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis.
Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat. Kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: “Nah tuh ada kelinci, kejar aja”. Dia kejar itu kelinci, wesss…., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain.
“Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. katanya lu paling kencang”.
“Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua sih goalnya untuk fun aja”. Kalau “GOAL” kita hanya untuk “FUN”, isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.
4. MEMPUNYAI “GOAL”, TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
Biasanya dialami oleh orang yang tidak “teachable”. Goalnya salah, fokus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah.
Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.
5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh ? Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.
6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take-off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya lurus, anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep. Iya kan ?
7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.
8. TERLALU CEPAT MENYERAH
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.
9. BAYANG BAYANG MASA LALU
Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ?
Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3.
Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. “Waktu” itu maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan ? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Bayang-bayang masa lalu itu merupakan memori negatif yang menghalangi kesuksesan.
10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan sukses kecil tersebut.
Napoleon pernah menyatakan: “Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar”.
Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.
Sudah saatnya kita memperbaiki kehidupan kita. Kesempatan terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin maju.
Motivation of the day :
Action may not always bring success, but there is no success without action.
“Usaha dan tindakan tidak selalu menghasilkan keberhasilan/ sukses, tetapi…tidak ada keberhasilan dan sukses TANPA usaha dan tindakan.” (Greg Phillips - Benjamin Disraeli)
catatan oleh Leo:
Setelah baca ini, gw jadi malu sama diri sendiri. Gw ‘penyakitan’ ternyata.
Ohiyah, artikel ini gw dapet dari temen kantor, dan gw bener-bener ga tau sumber aslinya. Klo ada yang tau, tolong tuliskan di komentar.
Thanks.
I know you believe you understood what I think I said, but I am not sure you realize that what you heard is not what I meant.
Gw merasa sulit menterjemahkan quote ini ke Bahasa Indonesia. Kok sepertinya jadi ganjil dan ‘pesan’ dari quote itu gag dapet. Jadi, biarlah quote ini gw analogikan sebagai two-way-conversation. Ingat, two-way-conversation bukan two-way-communication.
Two-way-conversation itu seperti “Satu hal yang sedang kita bicarakan” dan “Hal lain yang MENURUT-KAMU sedang kita bicarakan”.
Di Two-way-conversation, rekan berdiskusi kita membuat interpretasi (menterjemahkan) sendiri tentang apa yang sedang kita obrolkan. Dia ga dapat apa yang sedang kita ‘maksud’-kan, karena dia ’sibuk menterjemahkan’ dari sisinya dia. Hasil akhir dari diskusi begini (menurut gw) cuma satu: ngga-nyambung.
Uniknya, gw menemukan sesuatu yang gw bisa sebut Three-way-conversation.
Three-way-conversation itu seperti “Satu hal yang sedang DIA bicarakan” lalu “Hal lain YANG-MENURUT-GW sedang kami bicarakan” plus “Satu hal lain yang saat diskusi itu berlangsung ADA-DI-PIKIRAN-DIA”.
Contohnya begini:
Setting: Leo berdiskusi dengan Pak Dermawan.
Pak Dermawan sedang menjelaskan sebuah solusi untuk masalah A.
Leo mendengar sambil memikirkan logic. Tentu saja berdasarkan penjelasan yang diucapkan Pak Dermawan.
Disaat yang bersamaan –di dalam pikiran Pak Dermawan– dia mendapati bahwa solusi masalah A yang dia jelaskan ternyata SALAH. Belum selesai dia menjelaskan solusi tersebut, dia langsung bilang “wah…SALAH nih…’. Tanpa menjelaskan letak ‘SALAH’-nya dimana.
Leo otomatis bengong.
Selagi berdiskusi, rekan gw diskusi menjelaskan sambil berpikir (dilakukan secara simultan). Hal yang SEDANG-DIOMONGIN aja belum tentu gw bisa ‘dapet’, masa di-sela (di-cut) dengan hal yang SEDANG-DIA-PIKIRIN.
Three-way-conversation ini paling bisa membuat sulit bengong rekan diskusi. Gw tau karena gw udah ngalamin. Dan gw asli bengong.
.
Semoga yang baca tulisan ini ngga ikut-ikutan bengong karena tulisan aneh ini. Haha.
Thanks for reading.
Trivia:
Quote paling atas gw baca di halaman kedua slide mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak (RPL / Software Engineering) pas di kuliahan dulu.
Kalau penasaran dan mau ngalamin two-way-conversation, ya ikut mata kuliah itu aja. Hahahahahaha.
Topik ‘two-way-conversation’ terinspirasi dari sebuah scene di film ‘P.S I Love You’ (film yang lebay abis).
Gw emang solitaire banget.
Siapapun yang kenal sama gw, tau itu.
Yang penting gw berbuat baek. Kapanpun orang laen butuh, gw bantu sebisa mungkin.
Tapi kalau emang gw lagi terbentur masalah dan gw ga bisa kasi tau alasannya ke kalian, ya itu urusan gw. Di saat seperti itu gw bukan gw yang biasa.
Gw baek. Ga pelit. Solitaire abis. Dan gw kurang suka orang pelit, tapi gw tetap menghargai orang yang begitu. Sama kayak gw menghargai elu.
Dan gw ga benci elu, masa’ karena gw ga suka sifat pelit lu gw jadi benci elu.
Dan tolong jangan bahas gw yang dulu-dulu. Lu bakal nyesel kenal ama gw, klo gw masi seperti yang dulu.
Nyantai aja.
Padahal satu-satunya yang ngga bisa nyantai itu gw. Asli gw emosi banget.
Sisa-sisa peninggalan ‘ribut’ ketika di kantor, yang sempat membuat gw emosi + panas, dan ujung-ujungnya konsentrasi gw buyar. Dan membuat gw terus kepikiran bahkan sampai malam hari.
Gw terus bertanya-tanya. Apa iya sifat gw begitu, cuma mengambil ‘enak’ nya aja dari orang lain? tanpa memperdulikan orang lain tersebut?.
Gw tetap yakin klo gw ngga begitu.
Ibaratkan gw adalah sebuah sinar, yang menerangi ke segala arah. Tetap aja ada bias di beberapa titik. Nah, bias itulah yang sampai di si mr. ‘who-think-he-knew-everything’ ini.
Ah, ga tau lah, sejak kapan pula gw hidup di atas penilaian orang.
I do what I like, and I like what I do.
Thats that.
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com