coder, designer, dreamer

March 9, 2009

Wetiga, Koprol, Kambing Jantan, dan Adhitya Mulya

Filed under: life, review, film

Jumat (Maret 6 2009) lalu gw singgah ke Wetiga (Warung Wedangan Wifi) milik Mas Iqbal atau yang lebih akrab dikenal dengan sebutan Balibul. Berangkat dari perempatan Pondok Indah, cukup naik bis 72 ke arah Ahmad Dahlan, lalu turun di Langsat 1. Yah…teorinya sih semudah itu, nyatanya gw sempat tersesat juga.

Sesampainya di Wetiga (kira-kira jam 19.00), gw langsung ambil tempat duduk, lalu nyicip nasi kucing dan ‘teman-temannya’ yang memang disajikan. Suasana disitu masih cukup sepi, hanya ada Riyogarta (ruangkopi.net, phpug-id) dan kelompok merajut. Tuan rumahnya? Ternyata Mas Iqbal sedang berkunjung ke Java Jazz.

Selang beberapa saat barulah tuan rumah datang, disusul kedatangan beberapa blogger yang membuat Wetiga ramai. Yah…ramai sih, tapi cuma sedikit yang gw kenal, hanya Mas Iqbal dan Mas Zam (kenal sama Mas Zam juga sekilas waktu kopdar Blogor). Jadi, gw sendiri aja di pojokan ngulek-ngulek pasir sambil ngoprol.

Ngomong-ngomong tentang Koprol, Wetiga sudah terdaftar di Koprol dan –gw telat baca update message-nya– ternyata kantor Koprol dekat Wetiga!. Berarti sudah ada 2 perusahaan .com (Dagdigdug dan Koprol) ada di sekitar situ. Wah-wah-wah. Dotcom valley :P

~

Sabtu (Maret 7 2009) gw nonton Kambing Jantan. Entahlah, mungkin ini lebih ke selera, tapi gw rasa film ini garing banget. Becandaannya (meskipun ada yang buat gw ngakak abis, tapi) banyak yang sayur. Menurut gw nih, kata-kata sejenis ‘kecoa abis cukuran‘ dan nama-binatang-plus-kata-kerja-ekstrim gitu ga cocok untuk dilafalkan tapi lebih cocok untuk ditulis (karena memang butuh imajinasi biar esensi lucu-nya dapet). Apalagi kalau ngomongnya ga tepat, pasti garing dah. Ya, gw juga tahu bahwa kalimat-kalimat begitu udah jadi ’sick-nature’-nya si Raditya Dika sendiri. Tapi…ya begitulah…

Gitu aja review dari gw. Kalau ditanya gw kasi skor berapa, dari skala 1 sampai 10, gw kasi 6.5 (cieeeh…brutal!).
Tapiii, untungnya gw orang yang (sekarang) menghargai banget arti proses, dan film Kambing Jantan ini dibuat 2 tahun, bukan waktu yang singkat. Gw hargai itu. Semoga aja Babi Ngesot dan seri-seri berikutnya lebih baik, Amin.

~

Alternatif
Mungkin ada yang mau menonton lagi film Jomblo buatan kang Adhitya Mulya? Well, kalau ada penulis Indonesia yang gw pengen banget nonton filmnya (lagi), orang itu adalah Adhitya Mulya ini. Menurut gw, becandaan si juragan yang satu ini cerdas, dan minus lebay. Sayangnya suamigila yang satu itu belum mengeluarkan buku lagi (padahal kemarin sempat panas isu Jomblo 2 serta Bajak Laut). Ditunggu ‘gan!.

~

Kesimpulan
Yaelah…kok jadi begini… -_-

Akhirnya ngeblog lagi setelah sebulan lebih sibuk dengan dunia gw sendiri (baca: autis). Terkadang sudah diketik panjang-panjang, pas di review ternyata jelek, trus ga jadi di post. Padahal dulu mah post wee. Cuek. Sekarang jadi liat kiri-kanan dulu sebelum post, jadi baca berulang kali, jadi mikir “bermutu/tidak yah?”. Najis.

Bukankah esensi nge-blog itu (khususnya personal): sesuka-suka? Atau sudah mengalami pergeseran makna karena blog personal menjadi media jual diri (baca: isi nya dibuat se professional mungkin)? Lha apa gunanya Linked-In klo begitu :D

Yasud lah, makin lama - makin ngawur gw.
End-joy.

August 24, 2008

Joker Face

Filed under: life, refreshing, artwork, film

Pesenan seseorang. Tulisan "Joker Face" diletakkan dipunggung.

Sebenernya ada satu artwork lagi. Untuk kaos Subhuman. Cek disini : Subhuman (High Resolution) 

Maklum, resolusi gede –> ukuran file gede. Jadi harus gw upload ke filehosting.

 

Thats it, enjoy your day, and thanks for visiting. Comments are always welcome.

May 17, 2008

Radit love Jani

Filed under: life, review, film

Setelah agak lama crawling ke pelosok-pelosok shared directory jaringan kantor, tanpa sengaja gw menemukan film lokal berjudul “Radit love Jani”.

Belum lama ini gw pernah baca judul yang sama dalam format novel di Gramedia. Tapi, kurang tertarik aja untuk membaca sebuah novel klo belum baca review-nya. Di tulisan inilah gw nulis review untuk film ‘Radit love Jani’, supaya orang lain yang baca review ini tertarik buat nonton film ini.

Sebelum gw ngemeng panjang lebar, gw memutuskan memulai review ini dengan penilaian subyektif: M-A-N-T-A-B. Film ini harus + amat-sangat + kudu + must-see-movie!.

(more…)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com